News Reader

Loading...

Senin, 20 Agustus 2012

psikologi Pendidikan - Keragaman individu Dalam Kecakapan

KERAGAMAN INDIVIDUAL DALAM KECAKAPAN
Siswa beragam dalam fisik, gaya dan cara bertindak, berbicara, mengerjakan tugas, memecahkan masalah, dsb.
Yang penting dipahami adalah keragaman kecakapan dan kepribadian.
Anak yang cakap (intelegensinya tinggi) adalah yang bertindak cepat, tepat, dan mudah.
Kecakapan diperoleh melalui kelahiran, perkembangan, dan pengalaman
KERAGAMAN INDIVIDUAL DALAM KECAKAPAN
4.   Kecakapan (abilitas) dibedakan atas kecakapan nyata, yakni kecakapan  yang bisa diuji karena merupakan hasil belajar (achievement, prestasi) dan kecakapan potensial, yakni kecakapan yang berupa potensi secara bawaan (terdiri atas kecakapan umum dan kecakapan khusus)
 5.  Intelegensi dan bakat dapat dideteksi dengan indikator perilaku, meliputi
    a. kemudahan menggunakan bilangan
    b. efisiensi dalam berbahasa
    c. kecepatan dalam pengamatan
    d. kemudahan dalam mengingat
    e. kemudahan dalam memahami hubungan
    f.  imajinasi

KERAGAMAN INDIVIDUAL DALAM KECAKAPAN
6.   Kecakapan umum terdiri atas
a.  Superior/genius: anak bertindak lebih cepat daripada kelompoknya
b.  Normal: anak bertindak sama dengan kelompoknya
c.  Subnormal: anak bertindak lebih lambat dari kelompoknya.
7.   Kecakapan khusus terdiri atas
    a.  Numerical abilities (bilangan)
    b.  Verbal abilities (bahasa)
    c.  Spatial abilities (spasi/ruang)
    d.  Social abilities (sosial)
    e.  Motorical abilities (gerak)


KERAGAMAN INDIVIDUAL DALAM KECAKAPAN
8. Kecakapan umum anak dapat diamati secara longitudinal dan cross sectional sehingga ditemukan
Accelerated students: siswa cenderung lebih cepat dan mudah menyelesaikan tugas
Average students: siswa cenderung menyelesaikan tugas sesuai batas waktunya
Slow learner/retarted students: siswa cenderung lambat menyelesaikan tugas

KERAGAMAN INDIVIDUAL DALAM KECAKAPAN
9.   Kecakapan khusus dengan pendekatan sama sehingga ditemukan klasifikasi
    a. bidang humaniora-filosofis (PKn, agama)
    b. bidang humaniora-kultural (bahasa, sastra)
    c. bidang sosial (IPS)
    d. bidang eksakta    (IPA, matematika)
    e. bidang teknologi (keterampilan, prakarya, PKK)
    f.  Bidang psikomotorik (olahraga)   

KERAGAMAN INDIVIDUAL DALAM KEPRIBADIAN
Kepribadian menunjukkan kualitas total perilaku individu yang tampak dalam melakukan penyesuaian diri terhadap lingkungan secara unik
Ciri jiwa raga saling berhubungan dan berpengaruh satu dengan lain sehingga menentukan kualitas perilaku, antara lain
Karakter: konsekuensi tindakan dalam mematuhi aturan etika perilaku, teguh tidaknya memegang pendirian, konsisten tidaknya tindakan
Temperamen: cepat lambatnya mereaksi rangsangan dari lingkungan
Sikap (attitude): positif negatifnya sambutan terhadap objek.
Stabilitas emosi: mudah tidaknya tersinggung
Tanggung jawab: menerima atau lepas tanggannya terhadap risiko atas tindakan/perilakunya
Sosialibilitas: terbuka atau tertutupnya diri serta kemampuan komunikasi dengan orang lain.


KERAGAMAN INDIVIDUAL DALAM KEPRIBADIAN
3.   Pendekatan dalam memahami kepribadian
Wawancara dengan menciptakan suasana percakapan yang terstruktur dan dibakukan.
Studi kasus dengan melakukan analisis komprehensif terhadap seluruh informasi
Skala penilaian
Kuesioner atau inventori
Tes situasi
Tes proyeksi



KERAGAMAN INDIVIDUAL DALAM KEPRIBADIAN
4.   Profil  kepribadian anak
Kepribadian ganda (multiple personality): ciri kepribadian saling bersesuaian.
Introversi, ekstroversi, ambivalensi: kecenderungan nilai skala menujuk ke arah negatif atau positif
5.   Kepribadian mengalami perkembangan dan perubahan (plstis dan fleksibel)




TEKNIK DAN INTRUMEN PENGUKURAN KECAKAPAN DAN KEPRIBADIAN
1.   Alat ukur kecakapan yang banyak digunakan adalah Tes Binet Simon yakni membandingkan hasil jawaban pertanyaan pada umur tertentu (MA= mental age) dengan umur kalender (CA= chronological age) atau IQ=MA:CAX100
    > 140    = genius (jenius)
    120-139    = very superior (sangat unggul)
    110-119    = superior (unggul)
    90-109    = average (normal)
    88-99    = dull average (mendekati normal)
    70-79    = borderline (lambat)
    <69 br="br" deficient="deficient" mentally="mentally" nbsp="nbsp" terbelakang="terbelakang">   

TEKNIK DAN INTRUMEN PENGUKURAN KECAKAPAN DAN KEPRIBADIAN
2.   Untuk mendeteksi bakat khusus (aptitudes) digunakan SRA-PMA (Science Research Associa-ton-Primary Mental Abilites), DAT (Differential Aptitudes Test), FACT (Flanagan Aptitudes Classification Test) untuk mengungkap V (verbal/ pemahaman kata), W (word fluency/kefasihan kata), N (Number/pemahaman bilangan), S (space/pemahaman ruang), M (assosciative mental/daya ingat asosiasi), P (perception speed/ kecepatan pengamatan), I or R (induction or general reasoning/berpikir logis), Mo (motor/gerak)
   

TEKNIK DAN INTRUMEN PENGUKURAN KECAKAPAN DAN KEPRIBADIAN
3. Untuk mengetahui kepribadian digunakan Strong-VIB (Strong-Vocation Interest Blank), Kuder Vocational, The Allport-Vernon-Lindsey Study of Value. Menurur Spranger tipe manusia ada 6:
Teoritis (theoritical) mengutamakan penemuan kebenaran dengan pendekatan empiris, kritis, rasional, dan intelektual;
Economis (economical) mengutamakan nilai kegunaan/kepraktisan
Estetis (aesthetical) menempatkan nilai tertinggi pada keharmonisan, serasi, simetris
Sosial (social) mengutamakan nilai kebersamaan, kemanfaatan, dan solidaritas
Polis (political) mengutamakan kepentingan pengaruh, kekuatan pribadi, dan ketenaran
Religius (religious) mengutamakan ketuhananan

   

TEKNIK DAN INTRUMEN PENGUKURAN KECAKAPAN DAN KEPRIBADIAN
4. Alat ukur untuk minat, sikap, dan kebiasaan dikembangkan dengan skala Likert yaitu responden menandai salah satu dari lima kategori (sangat setuju, setuju, ragu-ragu, tidak setuju, sangat tidak setuju)
   

FAKTOR YANG MEMENGARUHI TIMBULNYA KERAGAMAN KECAKAPAN DAN KEPRIBADIAN
   
P = f (H, E, T)
P = perilaku (kecakapan dan kepribadian)
f  = function (fungsi)
H = heredity (pembawaan)
E = environment (lingkungan termasuk belajar)
T = time (waktu atau tingkat kematangan)
BUKTI PENGARUH PEMBAWAAN DAN LINGKUNGAN (WOODWORTH)
Eksperimen dengan anak kembar yang dibesarkan dalam lingkungan dan sekolah yang berbeda, ternyata yang semula IQ-nya identik menunjukkan perbedaan 15 butir.
Eksperimen dengan menciptakan lingkungan yang sama di asrama terhadap anak yang berbeda pembawaan ternyata tetap berbeda prestasi.
Adanya hibrida (blaster) menunjukkan adanya pembawaan
Adanya giganticism (keraksasaan) dan cretinisme (kekerdilan) menunjukkan pengaruh lingkungan   


LATIHAN 3
Jelaskan pengertian dan penggolongan perilaku intelegensi
Jelaskan pengertian dan penggolongan tipe kepribadian
Jelaskan jenis instrumen pengukuran kecakapan dan kepribadian
Jelaskan faktor yang memengaruhi timbulnya keragaman dalam kecakapan dan kepribadian

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar