Halaman

Minggu, 19 Agustus 2012

Sociolinguistics - Comuncation & Languages

KOMUNIKASI - BAHASA
HAKIKAT BAHASA
Bahasa adalah suatu sistem
Bahasa bersifat produktif
Bahasa bersifat dinamis
Bahasa itu beragam
Bahasa itu bersifat manusia
Fungsi – fungsi bahasa
Bahasa: alat untuk menyampaikan pikiran
    Fishman (1972) who speak what language to whom, when and to what end
Dr segi penutur, bahasa berfungsi personal atau pribadi (Halliday 1973, Finnocchiaro, 1974, Jacobson 1960, menyebutnya sbg fungsi emotif)
Dr segi mitra tutur, bahasa berfungsi direktif yakni mengatur tingkah laku mitra tutur (Halliday menyebutnya fungsi instrumenta, jakobson 1960: fungsi retorikal)

Sociolinguistics - Introduction

SOCIOLINGUISTICS
FIRST INTRODUCTION
DEFINISI SOSIOLINGUISTICS (SL)
MASALAH-MASALAH SOSIOLINGUISTIK
KEGUNAAN SOSIOLINGUISTIK
SOSIOLINGUISTIK DAN ILMU - ILMU LAIN
DEFINISI SOSIOLINGUISTIK
J.a. Fishman, 1972: 4: the study of the characteristics of their functions, and the characteristics of their speakers as these three constantly interact, change and change one another within a speech community = sosiolinguistik adalah kajian tentang ciri khas variasi bahasa , fungsi-fungsi variasi bahasa dan pemakai bahasa karena ketiga unsur ini selalu berinteraksi, berubah, dan saling mengubah satu sama lain dalam satu masyarakat
Nababan, 1984: 2: sosiolinguistik adalah penkajian bahasa dengan dimensi kemasyarakatan
Kridalaksana, 1978: 94: sosiolinguistik lazim didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajaiasi pelbagai variasi bahasa serta hubungan di antara para bahasawan dengan ciri fungsi variasi bahasa itu di dalam suatu masyarakat bahasa

Sociolinguistics - Language & Ages

BAHASA DAN USIA

USIA merupakan salah satu rintangan sosial yg membedakan kelompok kelompok manusia
USIA: mengelompokkan masyarakat menjadi kelompok kanak kanak, kelompok remaja, dan kelompok dewasa
TUTUR PADA ANAK
Perkembangan bahasa anak  anak mempunyai ciri antara lain:
Penyusutan (reduksi) : fungtor atau kata tugas dan kata  kata kontentif atau kata penuh( kata yg mempunyai makna sendiri jika berdiri sendiri
Universal – dlm tutur anak anak ditinjau dr segi fonologi

Sociolinguistics - Sikap bahasa & Pemilihan Bahasa

SIKAP BAHASA DAN PEMILIHAN BAHASA
Definisi sikap (attitude): mengacu pada bentuk tubuh,posisi berdiri yang tegak, perilaku atau gerak gerik, dan perbuatan atau tindakanyg dilakukan berdasarkan pandangan (pendirian, keyakinan atau pendapat)
Manifestasi sikap: perilaku atau tindakan

Trandis (1971: 2-4): kesiapan reaksi terhadap sesuatu keadaan atau suatu kejadian yg dihadapi.
Allport (1935): kesiapan mental dan saraf  yg terbentuk melalui proses pengalaman yg memberikan arahatau pengaruh yg dinamis kepada semua reaksi terhadap semua objek dan keadaan yg menyangkut sikap itu
Lambert (1967: 91-102), sikap terdiri dari 3 komponen yaitu komponen kognitif, komponen afektif, komponen konatif

Sociolinguistics - Code Switching & Code Mixing

ALIH KODE
KODE: alat komunikasi yang berupa varian dari bahasa
Suwito (1985); peristiwa peralihan dari kode yg satu ke kode yg lain, misalnya penutur  semula menggunakan bahasa A kemudian beralih menggunakan bahasa B.
Peralihan tsb dpt dilihat dari tataran tatabunyi, tata bentuk, tatakalimat, maupun tatawacananya
Alih kode merupakan salah satu aspek tentang saling ketergantungan

Sociolinguistics - Speech act and maxim

Speech act and Maxim (Tindak ujar dan Maksim)
Austin  distinguish three things in every speech act:
Locution is what is said, utterance
Ilocution is what the speaker intends to communicate to the addressee
Perlocution is the message that the addresee gets, his interpretation of what the speaker says

Senin, 02 Januari 2012

Korea Selatan Programkan “Smart Education” Pada 2015

Published On: Mon, Jul 11th, 2011
Teknologi | By Andhika

south-korea-digitize-textbooks-2015Kementerian Pendidikan Korea Selatan berencana untuk mendigitalkan seluruh buku teks pendidikan di negeri itu pada tahun 2015. Nantinya, anak-anak sekolah dapat menggunakan tablet PC, laptop dan perangkat smartphone untuk mengakses materi pendidikan mereka.



Proyek tersebut disebut dengan “Smart Education“. Dengan menggunakan basis teknologi Cloud Computing, para pelajar tidak hanya dapat mengakses buku-buku digital, namun juga dapat menyimpan tugas-tugas sekolah mereka untuk dapat diakses secara online dimana saja.

Pemerintah juga berencana untuk membuat lebih banyak kelas virtual mulai tahun 2013. Dengan demikian, para siswa yang sakit atau yang terkendala cuaca masih dapat mengikuti kelas mereka dari rumah.

Masih bagian dari “Smart Education”, pemerintah juga akan memastikan seluruh sekolah telah terpasang jaringan Wifi selama periode transisi hingga 2015. Selain itu juga terdapat program pengadaan tablet PC gratis bagi siswa yang berasal dari golongan kurang mampu.